Kapal AS Lewati Jalur Selat Taiwan, China Mengutuk Keras!

Kapal AS Lewati Jalur Selat Taiwan, China Mengutuk Keras!

Kapal perusak Angkatan Laut AS USS John S. McCain dilaporkan melewati Selat Taiwan pada hari Rabu,  3 Februari 2021 waktu Amerika Serikat.

Tindakan ini menjadi pertama kalinya militer AS melewati jalur Selat Taiwan yang disengketakan sejak Presiden AS Joe Biden menjabat.

Kapal perang tersebut dilaporkan transit di selat selebar 100 mil di bawah hukum internasional yang bertujuan untuk menangani klaim maritim China.

“Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata Letnan Joe Keiley, juru bicara Armada ke-7 Angkatan Laut.

“Militer Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional,” ujarnya.

Dalam sebuah foto kapal yang meninggalkan pangkalan di Yokosuka, Jepang (tampaknya) menuju ke Laut Cina Selatan dibagikan di media sosial.

Sebagai tanggapan, China mengutuk latihan Angkatan Laut AS sebagai ‘trik lapan untuk memanipulasi’ situasi di selat dan jalur USS John McCain ‘dilacak dan dipantau’ sepanjang waktu.

“Tindakan AS mengirim kapal perang untuk berlayar melalui Selat Taiwan dan mengumumkannya di depan umum adalah trik lama untuk memanipulasi situasi lintas-Selat. China dengan tegas menentang itu,” kata Kolonel Senior Zhang Chunhui, juru bicara PLA Eastern.

Sebelumnya, pada akhir Januari 2021, kelompok penyerang kapal induk AS yang dipimpin oleh USS Roosevelt berlayar ke Laut Cina Selatan ke arah selatan.

Meskipun secara resmi mengikuti kebijakan ‘Satu China’, Amerika Serikat telah memberi Taiwan senjata senilai 13 miliar dolar AS dalam empat tahun terakhir.

Pada Rabu, 4 Februari 2021, pemerintahan Biden mengumumkan bahwa meskipun ada ketegangan antara kedua negara terkait masalah Taiwan, Amerika Serikat akan terus mematuhi kebijakan ‘Satu China’. Kebijakan tersebut menekankan bahwa hanya ada satu negara berdaulat bernama China.

Baca Juga :  Edan! Laba Alibaba Naik 124 Persen di Tengah Pandemi

Kebijakan China itu dimulai pada 1979, ketika Amerika Serikat mulai pindah untuk mengakui Republik Rakyat Cina dan membatalkan pengakuan Taiwan.

Source: pikiran-rakyat