Waspadai Potensi Penyakit DBD di Musim Hujan

Waspadai Potensi Penyakit DBD di Musim Hujan

Musim hujan memang menyenangkan, terutama bagi anak-anak. Di mana mereka bisa bermain-main dengan air hujan bersama teman-teman sebaya. Namun, bermain air di musim hujan ternyata cukup berbahaya juga. Terutama untuk kesehatan. Di balik serunya air hujan, tersimpan berbagai penyakit berbahaya di baliknya. Salah satunya adalah DBD.

Indonesia sejatinya memiliki iklim tropis dengan dua musim, yakni musim panas dan musim hujan. Sebenarnya kedua musim tersebut memiliki waktu kemunculan yang teratur. Musim panas terjadi pada bulan Januari – Agustus, sementara musim hujan biasanya terjadi pada bulan September – Desember.

Namun, masalah lingkungan dan globalisasi saat ini membuat musim di Indonesia jadi tak menentu. Musim hujan pun bisa terjadi di bulan yang tidak seharusnya. Bahkan bisa terjadi di awal tahun. Tidak menentunya waktu musim hujan membuat banyak orang bingung untuk melakukan persiapan menghadapinya.

Bagi sebagian orang, musim hujan merupakan anugerah. Tidak sedikit pula yang senang bermain-main dengan rintikan air di musim hujan. Sekilas memang menyenangkan bila bermain di musim hujan. Namun, musim hujan ternyata menyimpan berbagai penyakit tertentu. Salah satu yang banyak menjangkit masyarakat di musim hujan ialah DBD.

Baca Juga :  Cara Menjaga Pola Hidup Sehat Di Masa Pandemi

DBD atau Demam Berdarah Dengue (demam berdarah) merupakan sebuah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus Dengue. Virus Dengue tersebut masuk ke dalam tubuh seseorang melalui gigitan nyamuk jenis Aedes Albopictus serta Aedes Aegypti. Penyakit DBD sangat sering ditemukan pada masyarakat yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.

DBD sering dianggap sebagai penyakit musim hujan. Anggapan tersebut tidaklah salah sepenuhnya karena memang berbagai pemicu munculnya nyamuk seperti jenis nyamuk Aedes Albopictus dan Aedes Aegypti sering terjadi di musim hujan. Misalnya, genangan air.

Nyamuk-nyamuk penyebab DBD sangat menyukai genangan air. Di musim hujan, sepertinya bukan hal sulit dalam menemukan genangan air. Terutama di jalanan. Rintik air di musim hujan yang tidak terserap oleh tanah akhirnya membentuk genangan air yang kemudian menjadi sarang nyamuk DBD.

Apalagi kalau genangan air di musim hujan tersebut muncul di area-area yang berdekatan dengan kumpulan sampah seperti kaleng atau botol bekas. Area tersebut merupakan tempat favorit bagi para nyamuk DBD. Tak heran kalau di musim hujan, nyamuk-nyamuk DBD cukup sering ditemukan.

Sayangnya, tidak banyak yang mengetahui informasi mengenai DBD dengan lengkap. Padahal DBD termasuk penyakit yang membutuhkan penanganan khusus, seperti rawat inap. Belum lagi, DBD masih belum ada vaksinnya.

Baca Juga :  Tetap Jaga Pola Hidup Sehat di Kala Sibuk dengan 3 Cara

Fase dan gejala DBD

Penyakit DBD ditandai dengan berbagai gejala. Akan tetapi, Anda tidak akan megnalami gejala DBD secara langsung. Awalnya Anda akan mengalami masa inkubasi DBD sekitar 4-7 hari. Pada masa ini, virus dari gigitan nyamuk akan langsung berkembang biak dan memicu gejala DBD.

Sekitar 3 -7 hari setelahnya, tubuh Anda akan terasa membaik. Namun, itu bukanlah fase sembuh DBD. Sebaliknya, menjadi fase kritis yang dapat menimbulkan akibat fatal, misalnya pendarahan. Selama fase kritis tersebut, gejala-gejala DBD akan kembali menjangkit tubuh. Gejala-gejala DBD tersebut antara lain:

  • Napas sesak
  • Muntah-muntah, bahkan muntah darah
  • Sering mimisan
  • Perut mengalami nyeri hebat
  • Tubuh akan merasa sangat lemah
  • Gusi berdarah

Bila gejala-gejala DBD tersebut muncul, Anda harus segera kembali ke rumah sakit karena itu adalah pertanda bahwa penyakit DBD tersebut mulai memburuk.

Cara mencegah DBD

Meski berbahaya, penyakit DBD yang sering terjadi di musim hujan tersebut masih tetap dapat dicegah. Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan DBD yang dapat Anda terapkan.

Tutup penampungan air dengan baik dan benar

Genangan air di musim hujan adalah salah satu pemicu utama munculnya nyamuk-nyamuk DBD. Para nyamuk tersebut akan berkembang biak dan meningkatkan risiko terjadinya DBD di masyarakat.

Baca Juga :  Begini Cara Merawat Ikan Cupang di Musim Hujan

Untuk mencegah penyakit DBD tersebut, tutuplah tempat penampungan air di sekitar Anda dengan baik dan beanr. Hal ini untuk mencegah nyamuk-nyamuk DBD yang ingin menjadikan penampungan air tersebut sebagai sarang berkembang biak.

Kuras penampungan air secara rutin

Tidak hanya ditutup, Anda juga harus menguras tempat penampungan air tersebut secara rutin. Hal ini bertujuan untuk membuat tempat penampungan air tersebut menjadi tetap bersih dan menghindarkannya dari keberadaan jentik-jentik nyamuk penyebab DBD.

Kuraslah tempat penampungan air, seperti bak mandi dan kolam di rumah Anda secara teratur, setidaknya seminggu sekali. Dengan begitu, nyamuk DBD tidak akan bisa bersarang di sana.

Mulai pola hidup sehat

Salah satu cara mencegah penyakit DBD di musim hujan ialah menerapkan pola hidup yang baik dan sehat. Musim hujan dapat memicu terjadinya berbagai penyakit, seperti DBD. Dengan menjaga tubuh tetap fit dan sehat, Anda tidak akan mudah terkena penyakit bawaan di musim hujan, seperti DBD.

Cara menerapkan hidup sehat bisa dengan berolahraga ringan di dalam rumah kalau cuaca sedang hujan. Bisa juga dengan melakukan aktivitas sederhana seperti membersihkan rumah dan kebun agar tetap bersih dan tidak jadi sarang nyamuk DBD.