Ketika Terjadi Salah Transfer, Apakah Uang Bisa Kembali?

Ketika Terjadi Salah Transfer, Apakah Uang Bisa Kembali?

Kesalahan dalam mentransfer dana ke rekening lain bukanlah hal baru. Beberapa orang bahkan bank tercatat pernah melakukan kesalahan serupa.

Baru-baru ini, Citibank yang berkantor pusat di New York, AS mentransfer 500 juta dolar AS atau setara dengan 7 triliun rupiah ke kreditur perseroan, perusahaan kosmetik Revlon.

Pihak bank meminta Revlon untuk mengembalikan dana tersebut dengan berbagai cara, termasuk membawanya ke pengadilan. Sayangnya, pengadilan tidak mengizinkan salah satu bank dengan aset besar itu untuk memulihkan dananya.

Berkaca pada kasus Citibank, bagaimana ketentuannya di Indonesia jika salah transfer terjadi karena kesalahan nasabah?

Jika ada kesalahan transfer, biasanya nasabah akan menghubungi pihak bank untuk meminta bantuan. Hal ini wajar mengingat bank memiliki data tentang rekening penerima dana.

Sayangnya, pihak bank tidak dapat menjamin bahwa dana tersebut akan dikembalikan secara penuh. Sebab, bank tidak diizinkan menarik dana dalam rekening seseorang ketika orang tersebut tidak mengizinkan.

Mau tidak mau, kesalahan transfer bisa dikembalikan bila ada niat dari penerima transfer.

Baca Juga :  Canggih! India Kini Bisa Transfer Duit Lewat WhatsApp

Misalnya di PT Bank Central Asia Tbk, perusahaan menyatakan tidak bertanggung jawab atas dana yang telah ditransfer ke rekening tertentu.

“BCA tidak bisa menarik kembali dana yang sudah ditransfer ke nomor rekening tertentu. Dana yang salah transfer hanya bisa kembali bila ada niat baik dari penerima transfer dana,” tulis BCA.

Namun, nasabah tetap dapat menghubungi pihak bank untuk meminta bantuan. Pihak bank akan menghubungi nasabah yang menerima dana nyasar itu untuk mengembalikannya.

Bagaimana jika dana tidak dikembalikan?

Penerima dana bisa dituntut dengan Pasal 327 KUHP atas dasar tindak pidana penggelapan. Sebab, bank sudah memberitahukan kepada si penerima dana terkait kesalahan transfer yang seharusnya tidak diterima.

Adapun Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana menyatakan, nasabah penerima bisa mendapat tindakan kriminalisasi berupa denda atau bahkan dipenjara.

“Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya Dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak 5.000.000.000 rupiah (lima miliar rupiah),” tulis ketentuan tersebut.

Baca Juga :  Ini Tips Amankan Data Kartu Kredit dan Internet Banking

Oleh karena itu, sebelum melakukan transfer, periksa kembali apakah nama penerima transfer dana sudah sesuai dengan nama yang Anda tuju.

Source: kompas