Tanaman Hias Karet Kebo, Begini Cara Merawatnya

Tanaman Hias Karet Kebo, Begini Cara Merawatnya

Bagi Anda yang hobi mengoleksi tanaman hias, karet kebo bisa menjadi pilihan menarik Anda. Jika tanaman karet biasanya berukuran sangat besar dan ditanam di luar ruangan, maka ada jenis karet kebo yang ukurannya bisa Anda atur dan cocok dijadikan tanaman hias indoor.

Nama ilmiah tanaman karet ini adalah Ficus elastica, yang merupakan tanaman tropis unik yang berasal dari Asia Tenggara. Daunnya berbentuk oval dan berwarna zamrud.

Di habitat aslinya, tanaman karet bisa tumbuh hingga 3 meter. Namun biasanya tanaman ini digunakan sebagai tanaman hias di dalam rumah, dan ukurannya lebih fleksibel. Anda bisa mengatur ukurannya sesuai keinginan.

Tanaman ini memiliki daun yang tampak seperti lilin yang mulai berwarna merah muda hingga koral. Saat menjadi tua, daun akan berubah menjadi hijau seluruhnya. Tanaman karet akan terkulai saat tumbuh, jadi Anda perlu menopangnya dengan batang kayu panjang agar tetap tegak.

Baca Juga :  Cara Menyiram Aglonema Dengan Tepat

Meski terlihat cantik dan menawan, ternyata tanaman karet ini beracun bagi hewan peliharaan. Karena itu, jauhkan dari hewan kucing dan anjing.

Nah, tanaman karet merupakan varietas yang kuat. Namun cara perawatannya tidaklah sulit. Meski begitu, Anda tetap membutuhkan beberapa teknik untuk menemukan keseimbangan di lingkungan aslinya.

Jika Anda tertarik untuk memiliki tanaman karet kebo, berikut ini cara merawatnya:

1. Cahaya

Seperti kebanyakan tanaman sejenisnya, tanaman karet kebo menyukai banyak cahaya terang. Mereka dapat mentolerir sinar matahari pagi yang lembut, tetapi mereka harus disingkirkan dari terik matahari sore. Jika tidak, daunnya akan gosong.

Jika tanaman karet ini tidak mendapatkan cukup cahaya, banyak hal dapat terjadi. Tanaman karet ini bisa kehilangan daun bagian bawahnya, warna daun pun jadi kusam dan kehilangan kilau.

2. Tanah

Jika menyangkut komposisi tanah, Tanaman karet termasuk salah satu yang tidak rewel nih. Biasanya ia bisa tumbuh dengan cepat di tanah pot yang kering.

Selain itu, tanaman karet lebih menyukai campuran tanah yang bersifat asam. Tanaman karet lama kelamaan akan ‘memakan’ tanah dan membuka akar. Saat ini terjadi, cukup tutupi pot dengan tanah tambahan ya.

Baca Juga :  Mengenal Sansevieria, Pemilik Juluk Tanaman Lidah Mertua

Klik baca halaman berikutnya untuk melihat cara merawat tanaman karet kebo yang lainnya ya.

3. Air

Sirami tanaman karet sesering mungkin ya. Mereka juga suka dijaga tetap lembab tetapi tidak basah. Tanaman hias ini rentan terhadap kekeringan yang berlebih.

Untuk memeriksa apakah sudah waktunya menyiram, periksa tingkat kelembaban di beberapa inci pertama tanah. Jika kering dan rapuh, sudah saatnya tanaman karet mendapatkan air lagi.

4. Suhu dan Kelembaban

Seperti jenis lainnya, tanaman ini rentan terhadap angin dingin. Tanaman akan jadi tidak sehat dan berkaki panjang dengan ruas-ruas yang meregang. Daunnya juga kemungkinan akan menguning dan menjadi cokelat sebelum akhirnya gugur.

Tanaman karet paling baik disimpan dengan suhu sedang hingga hangat antara 60 derajat Fahrenheit hingga 75 derajat Fahrenheit, dengan kelembaban sedang. Jika rumah Anda cenderung kering, Anda perlu tambahka pelembab ruangan untuk meningkatkan kelembabannya.

5. Pupuk

Selama musim tanam, pupuk cair termasuk salah satu hal yang tidak terlalu direkomendasikan nih. Beberapa orang merekomendasikan agar tanaman karet diberikan pemupukan yang ringan.

Baca Juga :  Cara Merawat Tanaman Hias Pilea Agar Tumbuh Sehat

Pemupukan ini berfungsi agar mencegah adanya peregangan dan tanaman menjadi terikat pada akar karena tumbuh terlalu cepat.

Source: haibunda