Ini Cara & Manfaat Menghitung Indeks Massa Tubuh

Ini Cara & Manfaat Menghitung Indeks Massa Tubuh

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius, yang tidak hanya menyebabkan berbagai penyakit, tetapi juga memiliki risiko kematian. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan menghitung Body Mass Index (BMI) atau indeks massa tubuh (IMT).

Di Amerika Serikat, obesitas dianggap sebagai penyakit dan dianggap sebagai penyebab banyak penyakit seperti diabetes, stroke bahkan penyakit jantung.

Lantas, apa hubungan antara obesitas dengan IMT?

Indeks massa tubuh atau IMT merupakan indikator untuk menunjukkan seberapa gemuk seseorang.

Indeks massa tubuh seseorang diketahui dengan menggabungkan berat badan seseorang dengan tinggi badannya.

Hasil pengukuran IMT ini akan dapat memberikan gambaran apakah Anda memiliki berat badan yang tepat atau ideal untuk tinggi badan Anda.

Manfaat menghitung IMT

Indeks massa tubuh adalah alat skrining yang dapat menunjukkan bahwa Anda kekurangan berat badan, berat badan ideal dan sehat, atau justru cenderung kelebihan berat badan alias obesitas.

Baca Juga :  Waspada! 6 Hal Ini Bisa Bikin Kamu Obesitas

Jika IMT seseorang melebihi kisaran ideal, risiko kesehatannya mungkin sangat meningkat.

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan berbagai kondisi kesehatan, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskular.

Namun, berat badan rendah juga meningkatkan beberapa risiko kesehatan, seperti risiko malnutrisi, osteoporosis, dan anemia.

Dengan memahami kondisi indeks massa tubuh (IMT), dokter dapat memberikan rekomendasi yang sesuai.

IMT tidak mengukur lemak tubuh secara langsung dan tidak memperhitungkan usia, jenis kelamin, etnis atau massa otot pada orang dewasa.

Namun, dengan menghitung BMI dan mengetahui indeks massa tubuh menggunakan kategori status berat badan standar yang dapat membantu dokter melacak status berat badan di seluruh populasi dan mengidentifikasi masalah potensial pada individu, misalnya masalah obesitas.

Berikut rumus IMT atau cara menghitung Indeks Massa Tubuh dan nilai IMT pada orang dewasa.

IMT = Berat Badan (kg) : Tinggi Badan (m)2

Ambang batas indeks massa tubuh Kemenkes, pada orang Indonesia, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, di antaranya sebagai berikut.

Baca Juga :  Awas! Berat Badan Pengaruhi Kolesterol, Ini Solusinya

1. Kurus

  • Kekurangan berat badan tingkat berat: < 17,0
  • Kekurangan berat badan tingkat ringan: 17,0-18,4

2. Normal

  • IMT berat badan normal: 18,5-25,0

3. Gemuk/Obesitas

  • Kelebihan berat badan tingkat ringan: 25,1 – 27,0
  • Kelebihan berat badan tingkat berat (obesitas): >27,0

IMT pada anak dan remaja

BMI atau IMT tidak terkait dengan usia dan jenis kelamin. Namun, pada pengukuran indeks massa tubuh pada anak-anak dan remaja, sedikit berbeda

Anak perempuan dan laki-laki berkembang pada usia yang berbeda. Untuk alasan ini, pengukuran IMT selama masa kanak-kanak dan remaja mempertimbangkan usia dan jenis kelamin.

Dokter dan ahli kesehatan lainnya tidak mengkategorikan anak-anak berdasarkan kisaran berat badan yang sehat, karena beberapa faktor berikut.

  1. Pertumbuhan anak seiring usia setiap bulan selalu berubah.
  2. Bentuk tubuh anak laki-laki dan perempuan berubah pada tingkat yang berbeda.
  3. Massa tubuh berubah saat anak tumbuh lebih tinggi.

Dokter akan menghitung IMT atau BMI anak dan remaja dengan cara yang sama dengan cara pada orang dewasa, yakni dengan rumus yang sama, mengukur tinggi dan berat badan.

Baca Juga :  Ternyata Mengukur Obesitas Ada Rumusnya, Yuk Simak!

Kemudian mereka akan menemukan angka indeks massa tubuh dan usia pada bagan BMI, untuk usia dan jenis kelamin tertentu. Ini akan menunjukkan apakah anak tersebut dalam kisaran yang sehat atau tidak.

Source: kompas