Memahami Fungsi Chip & Biometrik pada KTP Elektronik

Memahami Fungsi Chip & Biometrik pada KTP Elektronik

Ramai di media sosial Twitter warganet mengeluhkan KTP elektronik yang tetap harus difotokopi untuk mengurus berbagai hal, termasuk urusan birokrasi.

Seperti yang ditulis oleh akun @catuaries di Twitter, ” KTP elektronik itu scam. Dalam penggunaannya ttp aja difotokopi. Sejak dapat eKTP ini dari 2012 ga pernah tuh diminta tap kayak e-money buat urusan2 birokrasi. Ttp aja fotokopi,” tulis dia.

Zudan Arif Fakrullah, Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, menjelaskan hal tersebut.

Ia mengatakan jika lembaga masih meminta fotokopi KTP, kemungkinan lembaga tersebut belum bekerja sama dengan Dukcapil atau menggunakan card reader.

Zudan menjelaskan, KTP-el dilengkapi dengan chip berisi data kependudukan yang bisa digunakan untuk men-tap di card reader.

Lantas apa fungsi chip dan teknologi biometrik pada KTP elektronik?

Chip

Chip ini merupakan teknologi inti e-KTP. Sedangkan chip e-KTP adalah kartu pintar berbasis mikroprosesor dengan memori 8KB.

Baca Juga :  Syarat dan Cara Mengurus e-KTP yang Hilang di Dukcapil

Fungsi dari chip e-KTP adalah untuk menyimpan data biodata pemilik, tanda tangan, pas foto dan dua data sidik jari.

Chip KTP tidak terlihat dari luar dan telah memenuhi standar ISO 14.443 A, 14.443 B untuk mendukung kerahasiaan data pemilik e-KTP.

Chip tersebut terletak di lapisan keempat KTP elektronik dan hanya dapat dibaca oleh perangkat pembaca tertentu untuk memastikan keamanan data.

Pada praktiknya, ada tiga cara untuk memverifikasi data e-KTP, yakni NIK, akses biometrik berupa foto dan sidik jari, serta pembaca card reader.

Namun, ternyata tidak semua lembaga menggunakan verifikasi dengan card reader, sehingga tak jarang tetap harus melakukan fotokopi KTP.

“Kalau lembaga-lembaga sudah menggunakan tiga cara itu, maka tidak perlu fotokopi. Kalau ada bank sudah membuka data nasabah akses NIK, dia enggak perlu fotokopi. Lembaga sudah menggunakan sidik jari atau sidik wajah, dia enggak perlu fotokopi. Atau yang ketiga tadi, pakai card reader,” kata Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah.

Biometrik

Biometrik adalah identifikasi individu berdasarkan ciri-cici yang melekat padanya.

Baca Juga :  Bikin e-KTP di Bandung Semakin Mudah, Begini Caranya

Adapun ciri tersebut dapat berupa ciri fisiologis seperti sidik jari dan mata, serta ciri perilaku seperti suara.

Pada e-KTP, ciri individu yang digunakan untuk identifikasi biometrik adalah 10 sidik jari, iris mata dan foto wajah.

Ciri tersebut secara otomatis akan disimpan ke pusat data di Kemendagri saat pengurusan e-KTP.

Fungsi biometrik

Teknologi biometrik pada e-KTP memiliki dua fungsi yaitu:

1. Ketunggalan identitas

Memastikan ketunggalan identitas penduduk supaya penduduk tidak bisa memiliki dua e-KTP baik biodata sama ataupun berbeda

Terdapat uji sepuluh sidik jari, dua iris mata dan wajah saat diambil, kemudian dipadankan.

Jika belum terdaftar, semua data akan masuk ke pusat data dan chip e-KTP. Jika sudah mendaftar, proses  pembuatan KTP tidak akan dilanjutkan.

2. Proses verifikasi

Proses ini memastikan bahwa pemegang kartu benar-benar pemiliknya.

Untuk proses ini, hanya data sidik jari yang dibaca dengan bantuan perangkat pembaca e-KTP.

Source: kompas