Melihat Perbedaan Air Soda dengan Air Tonik

Melihat Perbedaan Air Soda dengan Air Tonik

Sekilas gelembung yang ditemukan di dalam air bisa menandakan bahwa air tersebut bersoda. Ternyata tidak semua air soda itu sama. Berikut penjelasannya.

Saat Anda pergi ke supermarket dan berjalan-jalan di koridor air, Anda dapat melihat bahwa semuanya secara sekilas sama. Mungkin hanya merek jual yang membedakan tampilan fisiknya.

Sama halnya ketika Anda melihat air minum dan air mineral yang sekilas terlihat sama. Faktanya, kandungan air minum dan air mineral tidaklah sama.

Perbedaan ini juga sering dijumpai pada rak air soda. Gelembung yang terlihat biasanya hanya menunjukkan bahwa air tersebut mengandung soda secara umum.

Air bersoda ternyata punya jenis dan karakteristiknya masing-masing. Tentunya perbedaan ini berbeda dengan perbedaan antara air minum dan air mineral.

Pada air minum dan air mineral, perbedaannya terletak pada sumbermata air yang digunakan. Sementara itu, pada air bersoda perbedaan ini dilihat dari jenis, pembuatan serta karakteristik rasa yang dihasilkan.

Pada air seltzer atau air bersoda, ada proses karbonasi mata air dengan menggunakan karbon dioksida. Inilah alasan mengapa air soda memiliki gelembung soda tanpa menambahkan aroma apa pun.

Sedangkan pada club soda, minuman akan memiliki rasa yang lebih berbeda. Hal ini disebabkan adanya mineral tambahan seperti natrium klorida dan kalium sulfat.

Terakhir, air mineral memang memiliki kandungan alami tanpa perlu perlakuan khusus untuk membuat gelembung kecil. Air mineral diambil dari mata air yang mengandung garam dan senyawa belerang yang membuatnya berkarbonasi secara alami.

Berbeda dengan ketiga jenis air berkarbonasi yang telah disebutkan. Air tonik adalah jenis air yang sama sekali berbeda dari ketiga jenis air sebelumnya.

Air tonik biasanya digunakan oleh para mixer atau peracik minuman untuk menyajikan suatu minuman yang khas. Air tonik ini tidak boleh diganti dengan air soda atau air jenis lainnya.

Air tonik sendiri terbuat dari air berkarbonasi, gula dan senyawa pahit yang disebut kina. Kina adalah kulit pohon chichona yang banyak tumbuh di seluruh Amerika Selatan.

Campuran kina dan sedikit gula memberikan air tonik terasa pahit tapi unik. Karakteristik ini lah yang dapat membuat gin dan tonik memiliki rasa yang sangat seimbang.

Ketika Anda ingin membuat segelas koktail, mungkin air bersoda, air mineral atau soda club akan cukup. Tetapi jika Anda mencoba membuat liquor dengan resep yang menggunakan air tonik jangan sekali-sekali mengganti air tonik dengan jenis air bersoda lainnya.

Source: detik