Cara Sukses Menjadi Bagian Pasar Investasi Syariah Indonesia

Cara Sukses Menjadi Bagian Pasar Investasi Syariah Indonesia

Investasi syariah berkembang di Nusantara merupakan hal wajar, terutama karena Indonesia memang didominasi oleh umat muslim. Sehingga saat jenis pendanaan ini mulai menampakkan diri dan makin banyak orang tertarik mencobanya.

Dunia investasi yang terus berkembang secara global maupun nasional, membuat bursa syariah juga ikut terangkat namanya. Terutama makin banyaknya orang ingin berinvestasi dengan berkah melalui cara halal.

Bersamaan dengan terus meningkatnya minat terhadap dunia investasi, maka bursa syariah juga mulai makin dikenal. Apalagi semakin banyak investor menunjukkan ketertarikan pada pendanaan syariat dan bergabung di dalamnya.

Ditilik dari berkembangnya dunia pendanaan saat ini, di masa depan pasar modal yang dijalankan menganut syariat Islam akan mampu berkembang. Bahkan di 2021 setidaknya ada 100 ribu investor lokal aktif melakukan trading di SOTS (syariah online trading system).

Jumlah ini terus bertambah setiap bulannya, sebab makin banyak orang yang menyadari bahwa berinvestasi dengan cara ini bukan hanya menguntungkan, tapi juga memberikan rasa lega. Sebab Anda mendanai kegiatan ekonomi yang pelaksanaannya menyesuaikan syariat.

Melihat Pengertian dan Peluang Investasi Syariah

Bagi Anda yang tertarik berinvestasi dengan prinsip-prinsip hukum Islam ini, maka wajib mengetahui dasarnya dahulu. Mulai dari mengetahui dasar berinvestasi, mengenal perusahaan/lembaga pemilik aset, dan produk serta bagaimana transaksi digunakan.

Memahami investasi syariah penting bagi calon investor dan sebenarnya bukanlah hal sulit untuk mengerti hal tersebut. Namun, hanya untuk Anda yang mau mempelajarinya dengan serius.

Secara singkat, Anda dapat memahami pendanaan ini sebagai pendanaan investor (masyarakat) ke badan usaha tertentu yang dilaksanakan dengan prinsip syariat Islam bertujuan mendapatkan keuntungan.

Ada aturan khusus yang mengatur mengenai bagaimana cara dan pengaturan penanaman modal dengan sistem ini, yaitu fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Nomor 80/DSN-MUI/III/2011.

Selain itu ada pasar bursa tersendiri yang memungkinkan Anda melakukan penanaman modal, pembelian aset, maupun saham dan reksa dana. Institusi seperti OJK, BEI, KSEI, dan KPEI juga menaruh perhatian serius terhadap jenis penanaman modal berbasis hukum Islam.

Para pemain saham investasi syariah dapat melakukan pendanaan melalui layanan yang diberikan pihak ketiga. Saat ini sudah cukup banyak apk menawarkan kemudahan ini dan dapat diunduh gratis.

Jenis instrumen yang bisa Anda pilih seperti deposito, sukuk, reksadana, dan saham. Juga ada berbagai jenis lain yang masuk dalam produk investasi pasar modal. Agar dapat memilih instrumen terbaik, sebaiknya pelajari masing-masing produk dan nilai untung ruginya.

Investasi Konvensional vs Syariat Islam

Pendanaan atau investasi syariah tidaklah sama dengan jenis yang biasa Anda temukan di bursa efek, bahkan memiliki pasar bursa berbeda dan tersendiri. Perbedaan paling jelas adalah pada cara pengelolaan usaha dan sistem keuntungannya.

Hukum Islam merupakan basis yang diterapkan sehingga keuntungan didapatkan dengan cara halal sehingga menjadi berkah. Berbeda sistem kerjanya dengan konvensional yang kebanyakan menggunakan cara berbisnis liberal. Berikut penjelasan mengenai 5 perbedaan antara dua jenis penanaman modal ini:

Adanya Akad yang Jelas Saat Transaksi Investasi Syariah

Dalam pendanaan konvensional tidak dikenal digunakan akad jual beli berlandaskan aturan agama, hanya dibuat perjanjian/akad jual beli saja dengan landasan bisnis.

Sedangkan investasi syariat diterapkan akad pendanaan dengan jenis mudharabah, ijarah, atau musyarakah. Masing-masing mengutamakan konsep halal dalam kesepakatan meskipun memiliki aturan berbeda-beda.

Investment Goal

Pendanaan konvensional akan berfokus pada goal untuk mendapatkan keuntungan sebanyak dan sebesar mungkin. Bisa juga tujuannya mengejar kemajuan ekonomi.

Pendanaan menggunakan syariat juga berfokus mencari keuntungan, tapi menyelipkan kebajikan sosial di dalamnya. Kebajikan dalam hal menolong sesama umat agar bisa memiliki dana usaha dan memiliki mata pencaharian.

Sistem Transaksi

Dalam investasi syariah tidak dikenal prinsip bebas dalam perputaran uang, melainkan dasarnya sesuai hukum halal dan haram. Uang investor hanya akan digunakan sebagai pendanaan usaha halal dan telah melalui seleksi ketat.

Tidak sama dengan pendanaan konvensional yang dipergunakan memodali jenis usaha apa saja dengan unsur manipulatif, spekulatif, transaksi tidak jelas, bahkan gambling di dalamnya.

Produk Ditawarkan

Untuk produk dari kedua jenis pendanaan ini juga tidak sama. Jika pendanaan konvensional menawarkan pilihan produk sangat beragam dan berasal dari berbagai jenis bisnis, maka tidak demikian dengan pendanaan syariah.

Saat ini baru sedikit produk tersedia di bursa saham syariah karena semua produknya harus melalui penyeleksian khusus. Hanya produk benar-benar halal bisa masuk dalam pasar pendanaan.

Bagaimana Cara Usaha Dijalankan

Azas yang digunakan dalam pendanaan konvensional hampir semua mengandung bunga serta memiliki spekulatif lebar, bahkan terkadang sangat manipulatif.

Berbeda dengan pasar syariah di mana tidak ada strategi spekulatif apalagi manipulatif. Bahkan tidak mengenal bunga. Penjualan di bursa sahamnya bebas bunga dan emiten (saham) harus memenuhi syarat dalam hukum Islam.

Cara Mudah dan Cepat Gabung Menjadi Investor Syariah

Perjalanan menjadi investor sesuai syariat Islam terbuka untuk semua umat muslim nusantara. Anda bahkan memulainya dari hari ini juga, tapi pastikan sudah menyiapkan diri terlebih dahulu. Berikut beberapa cara yang harus Anda persiapkan:

Cari dan Pilih Penyedia Aset/Saham Investasi Syariah

Langkah awal Anda adalah memilih perusahaan efeknya terlebih dahulu. Tidak boleh sembarangan dalam memilih, harus yang punya SOTS, karena transaksinya dapat dilakukan secara daring.

Selain itu, perusahaan-perusahaan efek SOTS (Syariah Online Trading System) ini sudah disertifikasi SDN-MUI jadi terjamin aman dan halal dalam sistem kerjanya. Tambahan lagi Anda juga mendapatkan kemudahan dalam bertransaksi.

Keunggulan perusahaan SOTS adalah menawarkan saham, transaksi non tunai. produknya pasti halal, dan memberikan laporan kepemilikan saham.

Lakukan Pembukaan Rekening Efek

Langkah berikutnya dalam melakukan investasi syariah adalah membuka rekening sesuai lembaga sekuritasnya, pastikan untuk membuka rekening efek syariah yang langkah pembuatannya hampir sama seperti pembuatan rekening biasa.

Cek Lagi dan Pastikan Sudah Terkonfirmasi Menjadi Investor

Jika sudah membuat rekening efek, lanjut lakukan pengecekan apakah Anda sudah terdaftar sebagai investor. Caranya pengecekannya dengan memastikan bahwa hal-hal berikut telah didapatkan:

    • Nomor Rekening Efek (NRE),
    • Nomor Rekening Dana Nasabah (RDN) Syariah,
    • Username serta password,
    • Trading Pin, dan
    • Apk SOTS.

Setor Awal di STOS

Selanjutnya, langsung lakukan penyetoran awal sesuai ketentuan dari perusahaan sekuritas. Beberapa perusahaan sekuritas mengatur batas bawah penyetoran sebesar 100 ribu, tapi juga bisa berubah sesuai kebijakan masing-masing lembaga.

Cek Produk dan Pelajari

Sebelum membeli produk atau saham tertentu, pastikan Anda mengecek produk tersebut terlebih dahulu apakah sudah sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Anda bisa mengecek melalui website maupun apk jenis produk/aset yang diperdagangkan.

Mau Sukses Melakukan Investasi Syariah, Ini Caranya

Kebanyakan calon investor atau investor memang masih awam dengan jenis pendanaan sesuai syariat Islam ini. Oleh sebab itu, masih memerlukan panduan agar dapat melakukannya dengan baik. Coba ikuti beberapa tips berikut ini saat melakukan investasi ini:

  1. Kenali jenis pendanaan yang ingin diinvestasikan. Seluk beluk tentang saham serta risiko dari modal ditanamkan di perusahaan tersebut.
  2. Memastikan bahwa produk dan praktik transaksinya memang benar-benar menggunakan syariat Islam. Bukan hanya produk tapi juga akad dan pengelolaan perusahaan harus sesuai hukum Islam.
  3. Cek apakah perusahaan memiliki syariah Compliance Officer (SCO) dan menjelaskan bagaimana prinsip dijalankan. SCO merupakan seorang petugas atau pejabat perusahaan yang punya sertifikat dari DSN-MUI.
  4. Untuk memastikan perusahaan investasi syariah apakah riil atau tidak dengan mendatangi langsung perusahaan tersebut. Dengan begitu, Anda akan lebih yakin memercayakan dana/harta di sana.
  5. Pastikan bahwa perusahaan ada dalam daftar perusahaan di Otoritas Jasa Keuangan.

Kunci dari menanamkan modal di perusahaan-perusahaan yang melakukan usahanya dengan mengikuti syariat Islam adalah melakukan persiapan dengan matang.

Dengan demikian, investasi syariah akan menghasilkan keuntungan dengan cara halal serta berkah.